Komunitas Belajar MGMP IPS Kabupaten Gunungkidul sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan RHK (Rencana Hasil Kerja) Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Perangkat Pembelajaran pada tanggal 24 dan 29 Juli 2024. Kegiatan ini diadakan selama dua hari menghadirkan narasumber untuk memberikan wawasan dan panduan praktis bagi para peserta.
Hari Pertama: Penyusunan RHK dan Breakdown Capaian Pembelajaran
Pada hari pertama, Rabu, 24 Juli 2024, workshop dimulai dengan pembahasan tentang penyusunan RHK. Acara ini difasilitasi oleh tiga narasumber yang kompeten, yaitu:
- Ibu Sri Wahyuni, M.Pd - Pengawas Pendamping Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, yang memberikan arahan umum mengenai pentingnya RHK dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
- Bapak Sulino, M.Pd - Kepala SMP Negeri 4 Semin, yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah penyusunan RHK, memberikan contoh-contoh praktis, serta menjawab berbagai pertanyaan dari peserta.
- Ibu Eni Triani Yuliana, M.Pd - Kepala SMP IT Tunas Mulia, yang membahas tentang Capaian Pembelajaran terbaru tahun 2024. Ibu Eni mengajak peserta untuk melakukan breakdown Capaian Pembelajaran menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), memberikan pemahaman mendalam tentang cara mengintegrasikan capaian tersebut ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Hari Kedua: Penyusunan Modul Ajar
Hari kedua, Senin, 29 Juli 2024, workshop difokuskan pada penyusunan modul ajar yang sederhana, aplikatif, dan esensial. Bapak Budi Setiyarso, S.Pd., M.Pd, seorang guru penggerak, fasilitator PGP Dasus, dan guru pamong PPG UNY, memandu sesi ini dengan pendekatan yang interaktif dan praktis.
Pada tahap awal, peserta diajak melakukan brainstorming tentang praktik baik pembelajaran yang sudah mereka lakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan metode yang efektif dari para peserta. Setelah itu, peserta menuangkan ide-ide tersebut ke dalam desain modul ajar yang akan dibuat. Bapak Budi memberikan bimbingan intensif agar modul yang dihasilkan dapat digunakan secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar.
Hasil dan Penutup
Di akhir sesi, setiap peserta diminta mengumpulkan modul ajar yang telah mereka buat. Kumpulan modul ajar ini kemudian akan dijadikan bank modul ajar MGMP IPS Kabupaten Gunungkidul, yang dapat digunakan bersama oleh seluruh anggota komunitas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Kabupaten Gunungkidul.
Workshop ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para peserta, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan berbagi pengalaman antar guru. Dengan adanya bank modul ajar, diharapkan proses pembelajaran di Kabupaten Gunungkidul dapat semakin maju dan berkualitas, sejalan dengan semangat Merdeka Mengajar.
Komunitas Belajar MGMP IPS Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa guna mendukung pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan mutu pendidikan.