Guru Tak Perlu Galau Lagi. Jangan Berburu Sertifikat lagi - BimTek MGMP IPS Hari Pertama

Guru Tak Perlu Galau Lagi: MGMP IPS Kabupaten Gunungkidul Menginisiasi Pengembangan Komunitas Belajar di Tingkat Sekolah 


Pada BimTek Evaluasi Praktik Pembelajaran yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Karangmojo, Gunungkidul Hari Pertama yaitu pada 31 Januari 2024, Ibu Sri Wahyuni, M.Pd selaku Pengawas Pendamping Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul memberikan pandangan yang menarik terkait dengan paradigma baru dalam pengembangan kompetensi guru. Dalam pertemuan yang diinisiasi oleh MGMP IPS SMP Kabupaten Gunungkidul, Sri Wahyuni memberikan suara lantang bahwa guru tak perlu lagi galau dan berburu sertifikat webinar secara berlebihan. Alasannya menyentuh aspek-aspek krusial dalam penilaian kinerja guru bukan pada jumlah poin pengembangan kompetensi.



1. Pentingnya Observasi Praktik Kinerja

Sri Wahyuni menekankan bahwa pengembangan kompetensi dalam Pengelolaan Kinerja Guru di Platform Merdeka Mengajar adalah pertimbangan, bukan fokus utama. Observasi praktik kinerja menjadi penilaian utama, menunjukkan bahwa kualitas pengajaran dan interaksi langsung dengan siswa lebih diutamakan daripada akumulasi sertifikat.



2. Peran Kepala Sekolah sebagai Penilai Langsung

Penilai kinerja guru adalah atasan langsung, yaitu Kepala Sekolah. Sri Wahyuni menegaskan bahwa seharusnya Kepala Sekolah sudah memahami kinerja guru di sekolah, sehingga penilaian seharusnya menjadi proses yang saling percaya antara guru dan atasan, dengan guru hanya melengkapi bukti kinerjanya.



3. Pengembangan Kompetensi Melalui Komunitas Belajar

Sri Wahyuni menyampaikan bahwa kebutuhan pengembangan kompetensi sebanyak 32 poin bisa dipenuhi dengan komunitas belajar. Menciptakan lingkungan belajar mandiri seperti MGMP untuk tingkat kabupaten/kota dan kelompok belajar di tingkat sekolah melalui webinar, pelatihan, dan BimTek adalah langkah yang diakui di Platform Merdeka Mengajar (PMM). 


Dalam BimTek yang diselenggarakan oleh MGMP IPS Kabupaten Gunungkidul selama 3 hari, peserta ditargetkan untuk membentuk Komunitas Belajar di sekolah masing-masing, yang diakui dalam PMM. Inisiatif ini tidak hanya sekadar sebuah rencana, tetapi merupakan wujud komitmen MGMP IPS Kabupaten Gunungkidul dalam menggerakkan komunitas belajar di tingkat sekolah.



Dengan demikian, pernyataan Sri Wahyuni, M.Pd memberikan dorongan bagi para guru untuk lebih fokus pada pengembangan praktik pengajaran dan meningkatkan interaksi dengan siswa, sambil tetap memanfaatkan peluang untuk belajar melalui komunitas belajar di lingkup sekolah dan kabupaten/kota. Ini menciptakan paradigma baru yang lebih seimbang antara penilaian kinerja dan pengembangan kompetensi guru di era pendidikan yang terus berkembang.



Lebih baru Lebih lama